Cari Blog Ini

Senin, 11 April 2011

Budidaya Durian Si Mimang

Budidaya Durian Si Mimang

 

     


  A. PENDAHULUAN
Durian merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cukup cerah untuk menjadi komoditas unggulan, baik untuk tujuan ekspor maupun kebutuhan dalam negeri. Hal ini disebabkan karena pasar buah durian masih sangat luas, selain harga jual tergolong tinggi, permintaan ekspor durian dari luar negeri cukup tinggi. Tetapi volume wkspor yang dapat disediakan oleh petani durian Indonesia relatif kecil, bahkan cenderung turun tiap tahunnya.
 
B. POTENSI PENGEMBANGAN DURIAN
Untuk mengetahui potensi pengembangan durian diperlukan beberapa aspek teknis sbb. :
 
1. AGROKLIMAT
Hal pertama yang diperhatikan dalam budidaya durian adalah memperhatikan karakteristik lingkungan yang dibutuhkan tanaman, persyaratan tempat tumbuh seperti ketinggian tempat, kelembaban, suhu udara, curah hujan & media tanam. Pada umumnya durian dapat tumbuh baik di daerah yang berketinggian 50 m - 600 m dpl. Namun tidak jarang dijumpai durian yang tumbuh dengan baik di dataran tinggi (800 m dpl) & dataran rendah (10 m dpl). Durian dapat tumbuh optimal di daerah yang berketinggian 200 m - 600 m dpl, intensitas cahaya 45% - 50%, & suhu udara 220 C - 300 C. Secara alamiah durian dapat tumbuh dengan baik di darah yang beriklim basah dengan curah hujan 1.500 mm s/d 2.500 mm per tahun.
 
2. PERSYARATAN TANAH
Tanah yang cocok untuk tanaman durian adalah dengan solum cukup dalam (lebih dari 100 cm) tidak bercadas atau berlapis liat yang kedapdik, struktur tanah remah, topografi tanah datar atau miring. Tipe tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah lempung berpasir yang subur & banyak mengandung bahan organik. Tipe tanah ini mampu mengikat & merembeskan air serta tidak mudah tergenang oleh air hujan. Kedalaman air tanah 50 cm - 200 cm dpl, dengan keasaman tanah (pH) berkisar 6 - 7.
 
3. BIBIT
Bibit durian harus diambil dari pohon induk terpilih & diperbanyak secara vegetatif agar sifat unggul yang dimiliki pohon induk tidak berubah, & masa pembuahan tanaman dapat diperpendek sehingga dapat cepat berproduksi.
Bibit yang ditanam sebaiknya bibit durian okulasi yang sudah tumbuh setinggi 75 - 150 cm. Kondisi bibit harus sehat, pertumbuhan bagus, batangnya kokoh & pengakarannya banyak serta kuat.
 
4. PENANAMAN BIBIT
Lubang tanam dibuat berukuran 1 m x 1 m x 1 m x 1 m pada tanah yg kondisinya cukup subur. Jarak antar lubang tanam dapat dibuat 8 m x 8 m. Dengan demikian pada areal luas 1 ha terdapat populasi tanamandurian sebanyak 156 pohon. Pada saat menggali lubang, tanah galian dibagi dua bagian, yaitu tanah bagian atas diletakkan disebelah kiri lubang & tanah bagian bawah diletakkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering berangin-angin selama 10 - 30 hari. Selanjutnya tanah bagian atas dikembalikan ke dalam lubang dengan dicampur pupuk kan&g 35 kg/lubang. Penutupan lubang kembali sebaiknya dilakukan 7 -1 5 hari sebelum penanaman.
Saat penanaman bibit lubang tanam yang semula tertutup tanah digali kembali dg ukuran sedikit lebih besar daripada gumpalan tanah yg membungkus akar bibit yg diambil dari polybag. Bibit dimasukkan ke tengah lubang tanam sampai sebatas leher tanaman, lalu ditutup kembali dengan tanah galian. Tanaman baru perlu diberi ajir agar pertumbuhannya tegak.
 

5. PEMELIHARAAN TANAMAN
A. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kegiatan pemeliharaan tanaman belum menghasilkan meliputi :
  • Penyulaman
  • Penyiraman
  • Penyiangan
  • Pemupukan
  • Pemangkasan / Pembetukkan pohon
  • Pemberantasan hama penyakit.
Pada awal pertumbuhan tanaman durian memerlukan banyak air, maka perlu dilakukan penyiraman setiap pagi & sore sampai tanah menjadi lembab. Akibat penyiraman tanah di sekitar tanaman menjadi padat, oleh karena itu maka sebulan sekali tanah perlu digemburkan pada jarak 60 - 80 cm & disiangi seperlunya agar peresapan air & sirkulasi udara dalam tanah dapat lancar.
Pada umur tiga bulan, tanaman durian membutuhkan pemupukan susulan NPK sebanyak 200 gr/pohon, selanjutnya pemupukan susulan NPK dilakukan rutin setiap 4 bulan sampai tanaman berumur 3 tahun.
Disamping itu setahun sekali tanaman perlu diberi pupuk kan&g atau kompos sebanyak 100 kg/pohon. Setelah melewati umur 3 tahun setiap tahunnya tanaman durian membutuhkan tambahan 25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya & kebutuhan pupuk kan&g meningkat berkisar 120 - 200 kg/pohon. Pembentukan pohon mulai diatur sejak tanaman berumur 1 tahun dengan memelihara satu batang utama & 3 - 4 calon terpilih. Bibit durian yang telah berumur 1 tahun telah dapat dilakukan pemangkasan pembentukkan.
Batang utama bisa terpelihara sampai setinggi 70 - 100 cm dari permukaan tanah agar tinggi tanaman berbatang pokok kendali dengan demikian tinggi, keseluruhan pohon durian berkisar antara 4 - 5 m dpl.
 
B. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TPM)
Perlakuan terhadap tanaman menghasilkan pada dasarnya sama dengan tanaman belum menghasilkan, namun dosis pemupukan akan terus meningkat sebesar 25% dari dosis awal (NPK). Demikian juga dosis pupuk kan&g meningkat sampai dengan 200 kg/pohon. Disamping itu tanaman durian menjelang berbunga membutuhkan NPK dengan perbandingan 10:30:10
Kegiatan lain yg perlu dilakukan bagi tanaman menghasilkan adalah perawatan buah. Perawatan buah dilakukan dengan menyeleksi buah yang sekiranya pantas dibiarkan untuk tumbuh besar & membuang yg lainnya dengan menyisakan 2 calon terbaik agar suplai pakan dari daun sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan buah.
Setelah calon buah tumbuh sampai diameter 5 cm maka harus ditentukan salah satu yg dipelihara sampai besar.
Dengan demikian tiap dompol bunga hanya tinggal 1 buah saja yg dipelihara sampai besar. Cabang yg besar sebaiknya hanya dibiarkan 5 buah & cabang yg kecil 2 buah.
Jarak antar buah dalam satu cabang dibuat ± 30 cm agar buah dapat tumbuh besar, normal & tidak bengkok.
 
6. PERLINDUNGAN TANAMAN
Hama yg sering menyerang durian adalah penggerek batang, penggerek buah, kumbang daun & kutu merah. Tindakan yg diperlukan untuk mengatasi hamah tersebut adalah dapat dengan penyemprotan atau penginfusan dengan insektisida.
Sedangkan penyakit yg sering menyerang tanaman durian adalah busuk akar, busuk batang, layu tanaman, bledok (diplodia) & lain-lain. Tindakan yg diperlukan adalah menjaga kesehatan tanaman & tempat tanam, selain itu juga dilakukan penyemprotan, pengolesan, & penginfusan dengan fungisida tertentu.
 
7. PANEN
Buah durian dapat dipanen pada saat sudah benar-benar masak dan telah tua. Pada umumnya buah durian dapat dipanen setelah 125 - 135 hari sejak penyerbukan bunga berlangsung.
Satu pohon durian dapat menghasilkan 20 - 200 buah durian, tergantung pada besar & kondisi pohon, dengan bobot buah rata-rata 1,5 - 4 kg. Pada saat awal berbuah (5 - 8 tahun) jumlah buah yang dapat dipanen masih relatif sedikit, tapi tahun-tahun berikutnya jumlah buah yg dipanen makin meningkat. Usia produktif pohon durian dapat mencapai 100 - 200 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar